Jumat, 14 Oktober 2011

RXZ’ 98 RASIO OVERPOWER SABET 7,5 DETIK


Perfoma Yamaha RXZ tim Pamungkas Speed asal Sleman, Jogjakarta ini boleh diplot terkencang saat ini. Tentu saja, mengacu pada prestasi yang diukir sang joki, Muslih Wuri dalam kelas Sport 2 Tak Tune Up s/d 140 cc ataupun saat ikutan bermain di Sport 2 Tak Tune Up s/d 155 cc. Terbukti catatan waktu yang ditorehkan bermain di angka spesial 7,5 hingga 7,6 detik dalam menu lintasan 201 meter.
Diinvestigasi lebih lanjut sebagai salah satu rahasia settingan, maka hitungan perbandingan rasio tergolong nyeleneh dibanding yang lain. Utamanya rasio I dan II yang mengaplikasi angka 30-16 (1,87) dan 31-22 (1,40).

“Jadi ini buatan lokal, bukan rasio Malaysia atapun milik YZ 250 lawas yang banyak dipakai tim-tim yang bermain dengan RXZ. Intinya dibuat lebih berat lagi karena kelebihan power,“ terang Pamungkas, akrab disapa Ndawir yang bermarkas di Jl. Kaliurang Km. 13 Jogjakarta.

Angka rasio menentukan handling dragster. Jika memang menyulitkan harus diramu ulang. Perlu dipahami, rasio tersebut merupakan gawean Win’s Racing yang berbasecamp di Jl. Raya Jogja-Magelang, Pabelan. Sebagai komparasi saja, rasio Malaysia untuk I ialah 31-14 (2,21) dan II nya 31-21 (1,47). Silahkan cermati angka yang ada dalam kurung. Semakin kecil, maka karakter powernya semakin berat dan sebaliknya jika makin besar dipastikan lebih responsif.

Seterusnya untuk rasio III (25-20), IV (24-22) dan V (23-23) sama saja dengan rasio Malaysia. Hanya rasio VI yang berbeda dimana diadopsi 22-24 (0,91), sedang produk Malaysia 27-25 (1,08). Lagi-lagi, memiliki ciri perbandingan yang lebih berat. Cerita masalah rasio, tentu saja merupakan langkah akhir dari urusan korek mesin.  Terutama setelah mengupgrade ruang bakar, termasuk kompresi.

Dalam konteks ini, perlu juga dipahami rahasia dapur pacu dua topik tersebut. Mulai dengan exhaust yang tingginya dibuat 25,5 mm dari bawaan asli yang 29 mm. “Bentuknya mirip kepunyaan YZ 85 seperti kipas. Untuk transfer 41,5 mm,“ ujar Ndawir yang menggunakan pula kopling house YZ 85 dengan dukungan 5 per dibanding
RXZ yang 4 buah.

“Efek lubang buang ini, topspeed selalu isi. Ini yang menjadi nilai lebih RXZ saya,“ timpal Muslih Wuri bisa dikontak di HP 08159419989 dan 081392987988. Pengapian all-in menggunakan Yamaha YZ 125 lansiran 2002. “Agar lebih baik dalam akselerasi, maka timing digeser 18 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). Titik ledak lebih maju,“ tambah Ndawir yang pede dengan perbandingan kompresi 9 : 1 dimana volume ruang bakarnya 10,9 cc. | ogy

SPEK KOREKAN :
KARBURATOR : Keihin PWM 38 MAIN JET : 150 PILOT JET : 55 PISTON : Oversize 100 PENGAPIAN : YZ 125 (2002) KOPLING HOUSE : YZ 85 KNALPOT : AHM FINAL GEAR : 13-40 (201 M)

Kawasaki Ninja 150’ 02 Jogja 7,5 DETIK EFEK SPESIAL PENGAPIAN YZ125


Ketika pertama kali Kawasaki Ninja 150 yang dibekali spesifikasi mesin   59 mm x 54 mm (diameter x stroke) menjadi pilihan tim dragbike (sekitar tahun 2004-2005) untuk senjata di kelas Sport 2 Tak Tune Up s/d 155 cc tergolong bermasalah dengan perangkat pengapian yang diklaim tidak bekerja maksimal. Demikian berlangsung dalam beberapa tahun.
Berbagai solusi dengan aplikasi bawaan asli alias standar, kemudian kepunyaan Ninja RR, lalu milik Kawasaki KX85 ataupun Yamaha YZ 125 belum juga menemukan  settingan yang tepat.

Alhasil, masih sulit mengalahkan perfoma NSR SP di era tersebut. Namun seiring berjalan waktu riset, maka  ditemukan formula penggunaan perangkat all-in atau lengkap milik YZ 125 dengan sistem arus bolak-balik (Alternating Current).

Dicomot mulai magnet, CDI, koil, sepul dan lain-lain. “Kebanyakan problemnya dulu, output tenaga di top-speed kurang gahar. Hanya cepat-cepat di RPM bawah saja,“ opini Yudha RDV dari tim RDV Dha’s Klaten saat dihubungi otre.

Fakta berbicara, saat ini (3-4 tahun belakangan) sebagian besar tim yang andil di kategori ini memakai perkakas pengapian full-set YZ 125 yang mana harganya di pasaran seputar Rp. 4,5 juta.

Seperti juga yang dialami tim Cahaya Motor Racing yang dipersenjatai tuner Purwono, akrab disapa Mono CMR dan joki Bowo Cheetah serta Ary Madun. “Soal pemasangan tidak ada kendala berarti. Tinggal dibuatkan adaptor untuk posisi sepul,“ tegas Mono CMR yang menggeser timing 13 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas), juga membuka bengkel di kawasan Janti, Jogjakarta, tepatnya dibawah flyover.

Menyangkut efek penggunaan YZ125 sendiri,  tidak hanya spesial di output power bawah, juga RPM atas. “Enteng menggapai peak-performance,“ tutur Bowo Cheetah yang punya best-time 7,5 detik untuk lintasan 201 meter.

Konstruksi magnet yang jauh lebih ringan dari bawaan orsi dan support part pendukung lainnya menjadi nilai lebih. Berlaku merata diberbagai tingkatan RPM mesin. Sisi lain, untuk mengupgrade tenaga atas, maka salah satunya, exhaust mutlak dipermak.

Mulai tinggi exhaust yang di patok dengan tinggi 30 mm, sedang transfer dinaikkan 1mm. “Bentuknya bulat telur, “ujar Mono CMR yang meramu ulang perbandingan rasio I dan VI dan mematok perbandingan 1 : 30 antara bahan bakar bensol dan oli Shell racing. | ogy


RISET KARBU MENTOK DI PWK 38Perangkat karburator berhubungan signifikan dengan suplai bahan bakar dan udara menuju ruang bakar. Dalam konteks sport tune-up, maka bersifat mutlak untuk tidak mempertahankan karbu asli yang hanya berdiameter venturi 28 mm (Mikuni).

“So, perlu yang lebih besar agar volumenya lebih padat. Terlebih setelah exhaust dan transfer diperbesar,“ beber Arvian Bela sebagai manajer tim CMR Jogjakarta. “Setelah melalui berbagai riset, maka kita mentok di Keihin PWK 38 mm,“ tukas Mono yang juga memback-up pacuan sport 2 Tak Tune 150 cc rangka standar.

“Pernah pakai yang lebih gede, namun berpengaruh signifikan pada power bawah. Menjadi lebih lambat,” timpal Mono yang selalu low-profile. Berdasar fakta tersebut, terbukti beberapa tim yang fight di kelas 150 cc tune-up identik dengan diameter 38 mm.

Paling  tidak contoh dibawah ini menjadi acuan. Seperti pasukan Alifka Motor banter yang dikomandoi tuner M Yusron dengan mengadopsi PWM 38, juga RDV Klaten yang diback up kiliker Yudha Prasetya.

Termasuk alternatif spuyer yang hampir sama alias beda-beda tipis, main-jet dalam kisaran 155-162 dan pilot-jet di 50-52. Anyway, kondisi ini disesuaikan dengan kemauan joki. | ogy

SPEK KOREKAN 
KARBURATOR : Keihin PWK 38, MAIN JET : 155, PILOT JET : 52, RASIO : 28-11 (I) dan 33-28 (VI), PENGAPIAN : YZ 125, KNALPOT : DBS Thailand, FINAL GEAR : 13-39 (201 M).

Kawasaki Ninja 150 ’ Surabaya KANCIL TEBAR PESONA


Gaya trondol memang sudah menjadi komitmen Dedy UK yang biasa disapa Maho. Maklum, warga Perum UK, Sememi, Surabaya tiap hari juga tongkrongannya bareng Bambang Kancil tuner balap serba bisa di Balongsari Tama, Manukan, Surabaya. Tak salah kalau tema drag style diaplikasi. Step awal, jumlah bodi diminimalis. Buritan tengah dilepas, berikut dengan air scoop depan.
Untuk pewarnaan bodi, Maho mendaulat Mufit begawan Bha-Gonk Air Brush di dusun Gemurung, Gedangan, Sidoarjo. Biar klimis, bahan cat dipilih dari Blinken kelir oranye komplit dengan pernisnya. Sentuhan grafis minimalis disemburkan pada spatbor depan, tangki dan buritan.

Sesuai dengan tema trondol, tongkrongan rangka wajib tampil resik. Warna kontras abu-abu tua silverstone dipilihnya, hingga detail calter mesin kanan kiri. Sedang silinder cop, spiral monosok, kaliper depan belakang dan lis radiator dikelir merah dan blok silinder paling pas warna hitam. Kabel kelistrikan turut dirapikan, berikut penggantian kabel tabung reservoir minyak rem serta meringkas tabung reservoir oli samping. 

Biar aman meluncur di metropolis, point safety riding menjadi perhatian Maho. Macam cover head lamp yang diaplikasi dari cover head aseso adventure. Biar tampil lain, visor atasnya dipangkas. Serta penambahan stang kemudi KTC yang disandingkan tuas rem-kopling produk MotoGP.

Bagian kaki-kaki turut dijarah, Maho merubahnya dengan profil krom kreasi AB Krom, Bangil diteruskan penggantian tapak kaki, dengan kawalan pelek TDR 185-17 dan 215-17 dan dililit Comet 60/90-17 dan 185-17.

Makin pangkat, cakram depan digantinya Thailand didekap caliper Bremboo dan belakang dihuni cakram Satria dan kaliper Brembo. Masing-masing disuport pemakaian tromol Trusty. |  pid

SPEK MODIF
Pelek : TDR 185-17 & 215-17 | Ban : Comet 60/90-17 & 185-17 | Krom : AB Krom, Jl. Ikan Lumba-Lumba, Bangil | Tromol : Trusty | Cakram depan : Thailand | Caliper      : Bremboo | Cakram belakang : Satria-F | Caliper : Bremboo | Stang kemudi : KTC | Tuas rem-kopling : Moto Gp | Knalpot : PDK | Master rem depan : KTC | ody paint : Bha-Gonk Air Brush, Dusun Gemurung, Gedangan, Sidoarjo

Ninja 150R ’03 Batu BEST LOCAL MODIFICATOR


Seiring maraknya trend modif street racing yang harus diakui jika akarnya juga tumbuh dari kota Malang dan Batu, makin berkembang jug wajah-wajah anyar pelaku yang harus diakui punya talenta oke untuk siap meramaikan kancah modif anak negeri. Salah satunya dalah Iman Shofi’i, brusher dan modifikator Pe’e Modified Batu yang perdana pamer maskot Ninja street racing full kerennya.
“Nih mascot murni aku garap dewe baik modifnya maupun painting brushnya, buat uji nyali jajaki dunia otokontes,” ujar warga Bumi Aji Batu. Konsep street racing kental dirilisnya dengan pelucutan set side body, shroud dan kedok lampunya hingga batang framenya kentara jelas. Nggak heran jika akhirnya doi lapis krom total batang rangka, swing arm dan fork setnya biar kelihatan full resik kinclong.

Settingan kaki-kaki juga dibikin nge-drag look dengan kombinasi pelek almu spoke berkaret ban gundul ceking. ”Mesti pake cakram dobel biar tetep safety,” imbuh Pe’e yang juga melapis krom full set stoping systemnya. Mengimbangi kinclongnya, badan knalpot ikutan dipoles dan dilapis pernis tahan panas.

Aksi pamungkas dilakoni Pe’e dengan melabur ulang pewarnaan bodi set minimalisnya. Kali ini warna kombinasi biru gradasi kuning kompak dilaburnya dengan disentuhi aksen estetik bertatto grafis yang makin atraktif dengan imbuhan sedikit sentuhan realis berwujud gambar-gambar tengkorak 3D.

”Bangga abis dinobatkan jadi Best Lokal Modificator Batu di ajang otokontes perdanaku beberapa waktu lalu,” senyumnya puas. | tito/adt

SPEK MODIF
KALIPER : Kitaco, MONOSOK : YSS, CAKRAM BLK : Nissin, VELG : DBS, BAN : Swallow Drag Blaster, KARBU : Keihin PW 26, PENGAPIAN : BRT, KNALPOT : Bungbon, FOOT REST : Nui Racing, STABILIZER : Tachobell, KROM : Abadi Klayatan 2 Malang, TOTAL : Rp.5 jt, MODIFIKATOR & BRUSHER : Pe’e Modified, Jl.Jeruk 73 Bumiaji-Batu, by Dewe (081805559579)

Kawasaki Ninja RR '10 Sukoharjo KOMPAK DUET BER-FAIRING


Seakan tak mau mengekor ke yang lain yang cenderung adopsi gaya GP style pada kuda besi ber-fairing, Brian Wijaya dan Wahyu Aji sepakat dan kompak untuk garap Kawasaki Ninja RR miliknya berkonsep Rookie Modify alias pemula.
Sama-sama jadi warga Sukoharjo, doi pun lantas bermain simple modify pada kuda besi yang juga sama-sama langsiran tahun 2010 ini. "Kalo aku demen warna orange, tapi kalo Brian melabur motornya dengan warna merah," ujar Wahyu. | dnr

NINJA MERAH (BRIAN)
Sebagai awalan Brian Wijaya justru melabur sekujur body cover dengan merah Spies Hecker. Selanjutnya XS Cutting Art menjadi lokasi berikutnya untuk didaulat mempercantik sektor ini dengan cutting sticker hitam dan silver dengan efek trimmer bulat-bulat.

Bangunan kaki-kaki tak terlalu ribet doi kerjakan, cukup dengan sepasang pelek Rossi 17" kelir emas yang diliit oleh Duro 60/80-17 di depan dan 70/80-17 di belakang sektor pengaspal sudah cukup gaul.

Tak cukup puas dengan pelek saja, pada kaki depan juga dipermak dengan cakram Ride It. "Ini sebagai pengganti cakram orsi biar lebih beda aja," bilang pemakai sepasang tromol Trusty ini. Sebelum mengakhiri aksi modifnya, doi lengkapi pernik aseso dengan knalpot SMR, handpad Ride It, dan footstep Osram. | dnr

SPEK MODIF MERAH:
TROMOL DPN/BLK: Trusty, CAKRAM DPN Ride It, PELEK DPN/BLK: Rossi 17", BAN DPN/BLK: Duro 60/80-17 / 70/80-17, KNALPOT: SMR, CAT/CLEAR: Spies Hecker, CUTTING STICKER: XS Cutting Art, Karangpandan, Karanganyar, (0852 2908 2779)
.:.

NINJA ORANGE (WAHYU)
Seakan tak mau kalah dengan rekan modifnya, Wahyu Aji lengkapi dulu aseso modifnya yang diawali dengan handle rem dan kopling Ride It. Masih dalam satu paket modif di stang Kitaco ini untuk handspad doi juga pake Ride It.

"Sengaja warnanya aku pilih emas agar mendekati dengan warna body cover yang dilabur orange Sikkens," tutur pemakai clear Lesonal ini. Pengaspal doi pinang Comet 70/80-17 di belakang dan 60/80-17 di depan yang keduanya dicaplok oleh sepasang pelek Rossi 17".

Cakram depan kembali kompak dengan rekannya yakni aplikasi Ride It, demikian juga pada sepasang tromol yang adopsi Trusty. Silencer knalpot SMR bermotif karbon semakin mempergahar bagian buritan.

Garapan terakhir doi tinggal pasrahkan pada XS Cutting Art guna di grafity dengan sticker warna hitam, merah, dan silver. "Kalo untuk sticker aku sengaja nggak pake efek trimmer," tutup siswa SMK Warga Surakarta ini. dnr

SPEK MODIF ORANGE:
CAKRAM DPN/BLK: Ride It, TROMOL DPN/BLK: Trusty, PELEK DPN/BLK: Rossi 17", BAN DPN/BLK: Comet 60/80-17 / 70/80-17, KNALPOT: SMR, STANG: Kitaco, CAT: Sikkens, CLEAR: Lesonal, CUTTING STICKER: XS Cutting Art, Karangpandan, Karanganyar, (0852 2908 2779)

Kawasaki Ninja RR '10 Sukoharjo KOMPAK DUET BER-FAIRING


Seakan tak mau mengekor ke yang lain yang cenderung adopsi gaya GP style pada kuda besi ber-fairing, Brian Wijaya dan Wahyu Aji sepakat dan kompak untuk garap Kawasaki Ninja RR miliknya berkonsep Rookie Modify alias pemula.
Sama-sama jadi warga Sukoharjo, doi pun lantas bermain simple modify pada kuda besi yang juga sama-sama langsiran tahun 2010 ini. "Kalo aku demen warna orange, tapi kalo Brian melabur motornya dengan warna merah," ujar Wahyu. | dnr

NINJA MERAH (BRIAN)
Sebagai awalan Brian Wijaya justru melabur sekujur body cover dengan merah Spies Hecker. Selanjutnya XS Cutting Art menjadi lokasi berikutnya untuk didaulat mempercantik sektor ini dengan cutting sticker hitam dan silver dengan efek trimmer bulat-bulat.

Bangunan kaki-kaki tak terlalu ribet doi kerjakan, cukup dengan sepasang pelek Rossi 17" kelir emas yang diliit oleh Duro 60/80-17 di depan dan 70/80-17 di belakang sektor pengaspal sudah cukup gaul.

Tak cukup puas dengan pelek saja, pada kaki depan juga dipermak dengan cakram Ride It. "Ini sebagai pengganti cakram orsi biar lebih beda aja," bilang pemakai sepasang tromol Trusty ini. Sebelum mengakhiri aksi modifnya, doi lengkapi pernik aseso dengan knalpot SMR, handpad Ride It, dan footstep Osram. | dnr

SPEK MODIF MERAH:
TROMOL DPN/BLK: Trusty, CAKRAM DPN Ride It, PELEK DPN/BLK: Rossi 17", BAN DPN/BLK: Duro 60/80-17 / 70/80-17, KNALPOT: SMR, CAT/CLEAR: Spies Hecker, CUTTING STICKER: XS Cutting Art, Karangpandan, Karanganyar, (0852 2908 2779)
.:.

NINJA ORANGE (WAHYU)
Seakan tak mau kalah dengan rekan modifnya, Wahyu Aji lengkapi dulu aseso modifnya yang diawali dengan handle rem dan kopling Ride It. Masih dalam satu paket modif di stang Kitaco ini untuk handspad doi juga pake Ride It.

"Sengaja warnanya aku pilih emas agar mendekati dengan warna body cover yang dilabur orange Sikkens," tutur pemakai clear Lesonal ini. Pengaspal doi pinang Comet 70/80-17 di belakang dan 60/80-17 di depan yang keduanya dicaplok oleh sepasang pelek Rossi 17".

Cakram depan kembali kompak dengan rekannya yakni aplikasi Ride It, demikian juga pada sepasang tromol yang adopsi Trusty. Silencer knalpot SMR bermotif karbon semakin mempergahar bagian buritan.

Garapan terakhir doi tinggal pasrahkan pada XS Cutting Art guna di grafity dengan sticker warna hitam, merah, dan silver. "Kalo untuk sticker aku sengaja nggak pake efek trimmer," tutup siswa SMK Warga Surakarta ini. dnr

SPEK MODIF ORANGE:
CAKRAM DPN/BLK: Ride It, TROMOL DPN/BLK: Trusty, PELEK DPN/BLK: Rossi 17", BAN DPN/BLK: Comet 60/80-17 / 70/80-17, KNALPOT: SMR, STANG: Kitaco, CAT: Sikkens, CLEAR: Lesonal, CUTTING STICKER: XS Cutting Art, Karangpandan, Karanganyar, (0852 2908 2779)

Kawasaki Ninja ’08 Banyuwangi Super Kips Membuka Penuh 7,2 Detik

Next Rascals Generation, itu nama baru penerus tim Green Boys, Banyuwangi yang dikomando oleh Alex PLN. Dia ini penguasa zona wilayah timur Jatim, untuk urusan arena karapan liar sekaligus drag resmi. Di tahun 2010, Alex mulai bangun lagi dari tidur panjangnya di arena karapan. Gacoan terbarunya dipilih dari Ninja lansiran 08.
Tipikal mesinnya kali ini pun tak main-main, full kompetisi dan ekstrem. Coba saja, blok silinder diaplikasi milik KRR-150 yang dilengkapi dengan tekhnologi Super Kips. 
Sedianya extra port dan katup buang yang ada di super Kips juga dimanfaatkan sebagai pengatur terbuangnya gas sisa pembakaran, oleh Alex dijadikan kiblat konsep korekan.
 

Sebab, katup Super Kips dibuka penuh dan dibuat paten. Tuas serta cam sentrifugal dalam gigi primer dilepas.
 

Kondisi mesin demikian ini, siklus gas buang lebih cepat terbuang. Dari sini Alex memainkan peranan part racing dan meramu korekan. Dengan demikian debit gas segar dan rpm mesti ditingkatkan.
 

Suplai gas segarnya dipercayakan Mikuni TM 34 mm. So, plendes dudukan joint karbu dan rumah membran mesti dibuat ulang dari diral. “Dimanfaatkan sebagai pengatur sudut venturi karbu agar lebih menukik,” terang Alex yang mengklaim Ninja korekannya mampu menembus 7,2 detik di 201 meter.
 

Di sektor reed valve atau membrannya, Alex mempercayakan produk V-Force III aktif. Dan diteruskan polesan intake manifold, sesuai dengan kontur orsinya. Porting dalam blok silinder juga turut dibenahi, untuk memaksimalkan suplai gas segar.
 
Lubang bilas didesain mengerucut, besar dibawah dan diatas standar. Lewat remeran lubang bilas bagian bawah keliling 3,5 mm, makin ke dalam lebih tipis yang digerus bor tune.
 

Sementara tinggi lubang transfer dinaikkan 2,5 mm, untuk memperlama bukaan lubang transfer tertutup piston, saat mensuplai gas segar ke silinder. Kala dikompresikan pada silinder cop yang memiliki perbandingan kompresi 13,5 : 1.
 

Konsekuensi angka perbandingan kompresi ini diperhitungkan sesuai dengan tipikal lubang buang yang makin besar.
 



“Itu saja mesti diimbangi pengapian spesial engine YZ-125 versi 07, ” yakin Alex. Jadi power produktif yang dicapai dengan kondisi korekan saat ini, dapatnya cuman diatas. Sehingga jilatan api busi, klop nya disulut dengan program CDI assy YZ-125.
 

Untuk mempertahankan torsi mesin di rpm tinggi juga penting, kalau meninjau kontur lubang buang dan extra port yang tak kini dibendung katup Super Kips. Pasal itu, fly wheel gigi primer Alex mematok dengan bobot 600 gram.
 

Diteruskan pemakaian knalpot Scorpion bertipikal mampat dilevel top speed. “Ciri khas bisa dilihat pada sudut tajam leher knalpot sebelum ke diffuser,” tunjuknya.

Nah dari tipikal mesin yang optimal di gasingan tinggi ini, gigi rasio 3 diriset ulang. Dari standarnya 26-20, dijadikan 26-19. “Agar power dan speed yang keluar dari gigi 2, saat dioper ke 3 nggak ngedrop duluan. Jadi sifatnya langung mengkail power dan rpm naik lembut, ” terangnya berapi-api.


SPESIFIKASI
 
Pengapian: Special engine YZ-125; Karbu : Mikuni TM 34 mm; Knalpot : Model Scorpion Handmade;  Membran : V-Force III; Fly wheel: 600 gram; Gigi rasio : 3(26-19); Blok silinder: Kawasaki KRR-150 with super kips